Pria terus bertanya-tanya apa yang membuat wanita bahagia, sementara wanita cenderung terlalu sibuk menganalisis tingkah laku pria.
Ketika si pria diam tak bersuara dan menarik diri, si wanita akan berfikir “apakah dia mencintaiku, apakah aku mengatakan sesuatu yang keliru, apakah kami semakin jauh, apakah aku melakukan sesuatu yang menganggunya ..??”. pada kenyataanya, si pria mungkin hanya berfikir acara apa yang ditayangkan di TV.
Bukan saja pria ingin melewatkan lebih banyak waktu untuk berdua bersama dan wanita bekerja berdampingan dengan pria di tempat kerja. Meskipun semakin lama kita menjadi semakin serupa, bukan berarti kita adalah sama atau bahwa kita ingin menjadi sama. Perbedaan-perbedaan diantara kitalah yang membuat kita saling tertarik.
Sebaliknya, perbedaan-perbedaaan itu juga yang menciptakan banyak persoalan . tetapi masalah terbesar adalah kecenderungan kita untuk mengharapkan pasangan kita berpikir dan merasakan seperti yang kita pikirkan dan rasakan.
Sebagai contoh, wanita akan mengerti “Mengapa pria cenderung mengabaikan wanita sesudah mereka melewatkan waktu bersama ?”. dan pria akan memahamai masalah mendasar seperti “Mengapa wanita suka menceritakan masalah dengan pria kalau ia tidak mencari solusinya..atau mengapa kadang kala wanita membicarakan persoalan-persoalan yang tidak memiliki pemecahan.”
Di planet Mars, “kalau kita tidak bisa memecahkan persoalan, solusinya adalah lupakan dan jalan terus.”.Di Venus, falsafah mereka berbeda: “Kalau kita tidak bisa memecahkan persoalan, paling tidak kita bisa membicarakannya.” Dengan memahami pendekatan masing-masing terhadap tekanan dan pemecahan masalah, pria dan wanita dapat belajar untuk lebih bersikap suportif.
Bukannya kita tidak ingin bersikap suportif. Tidak ada orang yang bangun pagi hari dan berpikir, “Bagaimana ya cara membuat kesal pasanganku hari ini?” (setidaknya pada awal hubungan).
Ketika kita jatuh cinta, kita semua ingin memberikan yang terbaik. Persoalannya adalah, yang terbaik bagi kita belum tentu sama dengan yang diharapkan maupun dibutuhkan oleh pasangan kita. Secara otomatis kita cenderung memberikan dukungan seperti yang kita harapkan, bukan seperti yang benar-benar diinginkan oleh pasangan kita.
Ketika masalah-masalah kecil dan mudah ditangani itu tidak dipecahkan, maka tanpa dapat dicegah masalah-masalah itu tidak akan menjadi persoalan-persoalan besar dan yang sepertinya tak terpecahkan akan mulai lenyap.
Ketika pria dan wanita mulai mengerti dan menghormati perbedaan-perbedaan alami mereka, impian kita akan cinta yang tak lekang dimakan zaman akan terwujud. Tingkat perceraian akan menurun dan pasangan-pasangan akan menikmati cinta sepanjang hidup mereka..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar