Rabu, 28 November 2012

seharusnya dia tau


Pernah gak sih kamu sebelum tidur mandangin langit-langit kamar
Tapi kali ini bukan dengan senyum-senyum sendiri tapi sambil menatap nanar dan menerawang
Membayangin semua kejadian demi kejadian yang kamu lewatin
Bareng dia
Iya, dia yg paling berharga buat kamu
Tapi ternyata kamu gak seberharga itu buat dia
Rasanya kamu pasti pengen teriak didepan dia
Biar dia sadar!
Biar dia mikir!
Tapi gak bisa
Yang bisa kamu lakuin cuma nunggu
Nuggu dia peka!
Nunggu dia sadar!
Lalu timbul pertanyaan besar yang trus berputar dibenak kamu sekarang
Dia gak peka atau gak peduli?
Dia gak punya otak atau gak punya hati?
Kamu gak pernah berharap dia salah satu dari itu
Tapi kenyataannya dia bisa aja keduanya
Gak peka dan gak peduli
Gak kerasa air mata menetes
Kamu masih nerawang ke langit-langit kamar
Mungkin sambil berharap keajaiban datang
Gak apa keajaiban itu gak menghampiri kamu
Tapi minimal bisa menghampiri dia
Supaya dia sadar betapa besar cinta kamu ke dia
Tapi biar kamu tersakiti sampe segininya
Dan dia gak peduli sampe segitunya
Kamu bisa apa?
Kamu tetep gak bisa kemana-mana kan?
Cinta itu gak bisa kemana-mana lagi kan?
Keinginan move on selalu ada
Tapi dia terlalu berharga kan?
Ah, seandainya dia tau sedang dicintai sebegitu besarnya
Mungkin... entahlah
Sebaiknya gak perlu beranda-andai
Jadi bukan seandainya dia tau
Tapi seharusnya dia tau



Tidak ada komentar:

Posting Komentar