Sabtu, 28 Januari 2012

Kita itu Harusnya Bersatu !!

Saat gue bilang ‘sutradara’, apa yang ada di pikiran kalian ? yap, pasti kalian berfikir tentang film. Sutradara adalah seseorang yang bekerja dibalik layar, yang mengatur alur, para pemain, dan cerita sebuah film. Film itu bisa kita tonton karena adanya skenario dari sang sutradara, dan akting dari para pemain. Bagus atau buruknya sebuah film, itu tergantung dari dua komponen tadi. Sebuah film ga bakal jadi, kalau ga ada sutradaranya, begitu pula kalau ga ada para pemainnya. Tapi keduanya lebih ga bakal jadi kalau ga ada ceritanya. Kalau tiga-tiganya lengkap, baru sebuah film bisa dipertontonkan.

 Kalau gue bilang ‘anak IPA’ pasti pikiran kalian adalah, anak-anak yang pendiam, intelektual, dan terkenal sombong.

 Kalau gue bilang ‘anak IPS’, pasti pikiran kalian adalah, anak-anak yang berisik, bandel, susah diatur, dan terkenal banyak omongnya.
*kenapa jadi gue kayak paranormal gini ya nebak-nebak pikiran orang, haha biarin aja deh. Oke lanjut

 Ada yang salah dari pemikiran kalian tentang kedua jurusan tadi. Anak IPA yang kalian bilang sombong itu, mereka sebenarnya ga sombong, mereka itu ramah.biasanya orang diam itu terkenal wibawanya. Tapi orang-orang salah mengartikan, kebanyakan orang menilai mereka yang berwibawa itu sombong.

 Pertanyaannya sekarang adalah, kenapa anak IPA lebih banyak diam dan dibilang sombong ?? gue lurusin yaa apa yang kalian pikirkan awal tadi. Anak IPA lebih banyak diam, karena mereka banyak berfikir. Tapi bukan berarti gue mengatkan anak IPS itu ga berfikir yaa. Berfikirnya anak IPA dengan anak IPS itu beda. Kalau anak IPA, hal yang mereka pelajari itu lebih mendalam dan mendasar, tentunya lebih rumit. Jadi, anak IPA berfikir, lebih baik diam daripada mereka berbicara yang ga penting bin ga perlu. Konon katanya nih, orang yang banyak ketawa itu ilmunya bisa hilang dari tiap dia ketawa.
 
 Kalau anak IPS, kenapa kita menilai anak IPS itu berisik dan susah diatur ?? karena cakap dalam berbicara itu memang sudah tugas mereka. Anak IPS emang di tuntut pintar bercakap-cakap dengan masyarakat.

 Gue kasih contoh nih, film tadi kan harus ada sutradara, pemain, dan cerita. Film ga bakal jadi kan kalau ga ada ketiga komponen itu. Ibaratkan sutradara itu anak IPA, pemainnya anak IPS, dan cerita itu ilmu kita. Kalau IPA, IPS, dan Ilmu di gabung, kita pasti bisa menghasilkan sesuatu yang bisa diperlihatkan pada khalayak ramai.

 Jadi, buat apa sih anak IPA dan IPS sama-sama menilai buruk. Bagaimana kita mau maju kalau masing-masing komponennya aja menjauh dan saling mencemoohkan. itu ga baik juga kan. Tiap-tiap jurusan itu udah punya tuganya masing-masing. Sekarang kembali ke kita aja, kita mau apa enggak bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan. Kalau emang kita mau bersaing, ayo kita bersaing secara sehat. Bukan bersaing besar-besaran otot.

 Oke, sekian dari gue, kalau emang ada yang tersinggung, gue minta maaf, bukan maksud memojokkan satu sama lain, cuma pengen meluruskan hal yang ada 
 dan gue hanya manusia biasa, masih butuh kritik dan saran dari kalian semua. jadi tolong kasih kritik dan saran kalian yaa. Terimakasih 