Dear kamu,
Iya kamu. Kamu seorang yang begitu perfect dimataku. Kamu
boleh mempunyai segalanya, tapi kamu tidak mempunyai satu. Kamu belum mempunyai
rasa pengertian dan kepekaan yang tinggi terhadap hati seorang wanita, dan hatiku.
Iya kamu. Mungkin ketika kamu membaca tulisan ini, kamu
tidak mengetahui dimana aku. Tapi yakinlah, dimanapun aku, aku akan tetap
menyayangimu dari sana dengan sisa-sisa kekuatanku untuk mencintaimu seperti sebelum-sebelumnya.
Iya kamu. Sayang, lihat air mata ini. mengalir begitu
saja setelah aku mencoba menahannya.
Sayang, lihat air mata ini, terjatuh hanya karena ingin mendapat kabar darimu. Begitu mudah kau membuat air mata ini jatuh. sulitkah sayang jhanya untuk sekedar menyapaku ditengah kesibukanmu? aku rasa tidak, karena aku pun bisa mengabarimu ditengah kesibukanku.
Sayang, lihat air mata ini, terjatuh hanya karena ingin mendapat kabar darimu. Begitu mudah kau membuat air mata ini jatuh. sulitkah sayang jhanya untuk sekedar menyapaku ditengah kesibukanmu? aku rasa tidak, karena aku pun bisa mengabarimu ditengah kesibukanku.
Iya kamu. Sayang, lihat air mata ini. bukankah ini bukti dari tanda ketulusan? Apa kamu tidak mengetahui itu? Sekarang kamu tau sayangJ
Iya kamu. Sayang, aku tidak pernah ngin kamu merasakan
seperti apa yang kau rasakan saat ini. aku hanya ingin terus melihatmu
tersenyum, tertawa, menikmati hidup ini, tanpa pernah melihat aku disini.
Aku sayang kamuJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar